Alasan Pengecualian Diri Dari Judi Online Tidak Efektif

Ada desas desus yang beredar bahwa kecanduan judi online dapat disembuhkan dengan mengikuti sebuah program.  Namun demikian, banyak pihak yang masih meragukan keampuhan program bagi mereka yang mengikuti. Bahkan beberapa sudah menyimpulkan bahwa pengucilan diri adalan program gagal. Apa yang membuat pendapat seperti ini muncul?

Apa Itu Program Pengecualian Diri?

Pemain yang mengikuti program ini umumnya memberikan batasan kepada dirinya sendiri untuk tidak bertaruh selama batas waktu tertentu. Pemberitahuan secara tertulis juga diserahkan kepada situs atau perkumpulan situs taruhan di negara tertentu. Si pemain sendiri yang memilih situs mana yang harus menolak permohonannya untuk bertaruh.

Periode maksimal untuk pengucilan diri adalah lima tahun. Meski langkah aplikasinya terlihat sederhana, namun pemain akan menghabiskan cukup banyak waktu. Biasanya pemain juga memasang aplikasi tertentu pada ponselnya untuk menjauhkannya dari taruhan. Jumlah pemain yang mendaftarkan diri terus meningkat hingga mencapai dua kali lipat pada tahun 2011.

Apa Yang Membuatnya Tidak Efektif?

Kesempatan Untuk Melanggar

Dengan berkurangnya pemain tetap judi online selama lima tahun, situs tak bisa tinggal diam. Mereka akan mencari cara untuk menarik kembali para pemain yang sedang berada dalam masa pengucilan diri. Sebelumnya telah disebutkan bahwa pemain mengumpulkan formulir mereka yang berisi data pribadi dan foto.

Suatu saat, si pemain tergoda untuk bertaruh lagi. Pada saat inilah, staff yang bertugas dipaksa untuk mengabaikan data pemain dalam daftar “pengucilan diri”. Mereka diminta untuk menyambut baik pemain tersebut.

Perlu diketahui bahwa pemain memiliki hak penuh untuk memilih situs mana yang harus memblokir sementara dirinya. Dengan kata lain, secara sadar pemain mengetahui situs mana saja yang masih tersedia untuk melakukan taruhan. Tak heran, si pemain masih bisa lolos dari program pengucilan diri.

Peraturan Hukum Yang Tidak Mendukung

Hal lain yang membuat para pemain cenderung lari dari tanggung jawabnya adalah ketiadaan aturan hukum terkait program pengecualian diri. Adak ode etis tertentu yang mengikat pemilik situs untuk menyediakan permainan taruhan yang adil.

Sayangnya, tidak ada catatan serupa untuk pengucilan diri. Artinya, pemilik situs tidak memiliki kewajiban untuk menghormati keputusan pemain secara penuh. Hanya beberapa negara yang menerapkan aturan tambahan ini. Dengan kata lain, sekalipun pemain menuntut situs taruhan atas penyedotan dana, pemain akan kalah dalam siding formal.

Pada dasarnya, program pengecualian diri dari judi online adalah pernyataanpribadi untuk mengurangi kegiatan bertaruh selama periode tertentu. Secara teori, semua situs memiliki kewajiban untuk mendukung keputusan pemain. Pada kenyataannya, situs taruhan punya cara untuk memanggil mereka kembali ke meja taruhan. Jika hal ini terjadi, pemain maupun keluarga tak bisa menuntut situs yang bersangkutan. Berani ambil resiko?