Mengenal Malathoin Senyawa Kimia Di Alat Fogging Nyamuk Murah sebagai Insektisida

Musim panas memang menjadi musim nyamuk juga. Perkembangbiakan nyamuk makin pesat di musim panas ini. sayangnya ada nyamuk yang berbahaya yaitu Nyamuk Aedes. Salah satu nyamuk yang menyebabkan seseorang terkena DBD ketika tergigit nyamuk ini.  Nyamuk Aedes dewasa dapat dibunuh dengan fogging. Fogging ini sendiri merupakan metode pembasmian nyamuk dengan menyemprotkan senyawa kimia ke area yang diinginkan. Biasanya halaman, kebun atau rumah. Senyawa insektisida di dalam jasa fogging bermacam-macam salah satunya malathion. Malathion adalah insektisida organofosfat yang telah terdaftar untuk pertama kalinya di Amerika Serikat pada tahun 1956. Ini digunakan untuk membunuh serangga pada tanaman pertanian dan juga untuk penyemprotan nyamuk. Malathion datang dalam dua bentuk: bentuk murni dari cairan tak berwarna dan larutan tingkat teknis, cairan berwarna cokelat kekuningan, yang mengandung malathion lebih dari 90% dan dalam pelarut. Malathion kelas teknis berbau seperti bawang putih.

Untuk penyemprotan nyamuk, zat ini diterapkan secara maksimal tingkat 0,23 pon atau sekitar 2,5 ons cairan dari bahan aktif per acre, sehingga tidak menimbulkan risiko atau efek negatif bagi kesehatan manusia. Namun, pada dosis tinggi, malathion, seperti organophosphate lainnya, dapat merangsang sistem syaraf yang menyebabkan mual, pusing, atau kebingungan. Keracunan organophosphate apapun dengan dosis tinggi yang berat dapat menyebabkan kejang, paralisis pernafasan, dan kematian. Malathion terdegradasi dengan cepat di lingkungan, terutama di tanah yang lembab, dan ini menunjukkan toksisitas rendah pada burung dan mamalia, tetapi sangat beracun bagi serangga yang menguntungkan seperti lebah madu.

Salah satu senyawa kimia akan dalam fogging adalah malathion. Senyawa ini aman untuk kesehatan manusia dan lingkungan jika dalam dosis yang sesuai. Tetapi dalam dosis tinggi, ini sangat berbahaya. Pemakaian dosis insektisida dalam fogging harus benar-benar di perhatikan. Karena jika tidak benar bisa menyebabkan nyamuk kebal pada insektisida tersebut. akibatnya penyemprotan berikutnya harus menambah dosisi. Padahal ini jika dosis tinggi sangat berbahaya untuk manusia dan lingkungan dan menimbulkan efek samping seperti mual, pusing, hingga kejang.

Leave a Reply